Monthly Archives: January 2016

Representasi Citra Digital dan Piksel Penyusunnya


Citra adalah representasi dari fungsi intensitas cahaya dalam bidang dua dimensi. Berdasarkan sinyal pembentuknya, citra dibedakan menjadi dua jenis yaitu citra analog dan citra digital.

1. Citra Analog
Citra analog merupakan citra yang terbentuk dari sinyal kontinyu. Nilai intensitas cahaya pada citra analog memiliki range antara 0 s.d ~. Alat akuisisi citra analog antara lain mata manusia dan kamera analog.

2. Citra Digital
Citra digital merupakan citra yang terbentuk dari sinyal diskrit. Nilai intensitas cahaya pada citra digital bergantung pada kedalaman bit yang menyusunnya (materi lebih lanjut mengenai kedalaman bit suatu citra dapat dilihat pada laman berikut: Kedalaman Bit Suatu Citra Grayscale). Alat akuisisi citra digital antara lain yaitu kamera digital, smartphone, webcam, scanner, mikroskop digital, pesawat radiodiagnostik seperti CT Scan, CR, MRI, USG, dll.

Dalam bidang dua dimensi, citra dibentuk oleh sekumpulan picture element (pixel) yang memiliki dua informasi penting yaitu koordinat piksel (x,y) dan nilai intensitas piksel f(x,y) (materi lebih lanjut mengenai piksel sebagai penyusun citra digital dapat dilihat pada laman berikut: Pengolahan Citra Digital).

Berikut ini merupakan pemrograman matlab mengenai representasi citra digital dan piksel penyusunnya:
1. Citra digital 1-bit (2 derajat keabuan)
Pada citra ini nilai intensitas citra dibagi menjadi 2^1 = 2 derajat keabuan yaitu hitam (0) dan putih (1). Citra jenis ini disebut juga dengan citra biner (binary image).


-read more->

Transformasi Fourier Satu Dimensi


Transformasi Fourier merupakan operasi transformasi yang mengubah domain suatu sinyal periodik dari domain waktu menjadi domain frekuensi. Transformasi ini umumnya digunakan pada bidang pengolahan sinyal digital maupun bidang pengolahan citra digital. Pada tahun 1822, Joseph Fourier, ahli matematika dari Perancis mengemukakan bahwa:

“Setiap fungsi periodik (sinyal) dapat dibentuk dari penjumlahan gelombang-gelombang sinus atau cosinus”.

Berikut ini merupakan contoh pemrograman matlab mengenai tranformasi Fourier satu dimensi. Persamaan yang digunakan untuk membentuk sinyal periodik dalam domain waktu pada contoh ini adalah y = sin (2*pi*f1*t) + sin (2*pi*f2*t).

1. Sinyal periodik dengan f1 = 30 dan f2 = 0

-read more->

Restorasi Citra Digital Menggunakan Matlab


Dalam dunia nyata, suatu proses pencitraan hampir dapat dipastikan akan menghasilkan citra keluaran yang mengalami degradasi. Penyebab degradasi ini antara lain berupa sensor yang tidak fokus, pergerakan dari obyek maupun sistem pencitraan, gangguan derau termal pada sensor dan perangkat elektronik sistem pencitraan, maupun sebab-sebab lainnya yang terkait dengan lingkungan pengambilan data seperti turbulensi atmosfir pada praktek remote sensing dan pengamatan astronomi.

Untuk memperoleh citra yang lebih tepat, diperlukan adanya suatu proses restorasi citra. Restorasi citra berkaitan dengan upaya memperoleh kembali suatu citra asal dari sebuah citra yang terdegradasi, dengan memanfaatkan suatu pengetahuan mengenai proses terjadinya degradasi tersebut.

Restorasi citra (image restoration) dapat dibedakan dengan perbaikan citra (image enhancement), di mana proses yang dilakukan dalam perbaikan citra lebih bersifat heuristik dan lebih dititikberatkan pada upaya melakukan aksentuasi fitur dalam citra.

Berikut ini merupakan pemrograman matlab mengenai restorasi citra. Coding dapat dijalankan menggunakan software matlab minimal versi r2014b.

A. Model Derau Aditif
1. Citra noise test

-read more->

%d bloggers like this: