Monthly Archives: August 2018

Pengenalan Pola Bentuk Menggunakan Chain Code Dan Multi SVM


Sama halnya seperti moment invariants, chain code atau kode rantai merupakan salah satu algoritma ekstraksi ciri bentuk yang nilainya tidak berubah terhadap perlakuan rotasi, translasi, pencerminan, dan penskalaan. Pada metode ini dihasilkan delapan nilai yang menunjukkan arah piksel penyusun objek. Arah piksel dari chain code 8-connected ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Berikut ini merupakan contoh pemrograman matlab mengenai pengenalan pola bentuk menggunakan algoritma chain code pada ekstraksi ciri dan algoritma multi SVM (Support Vector Machine) pada identifikasi. Citra yang digunakan terdiri dari tiga jenis bentuk objek yaitu botol (bottle), garpu (fork), dan palu (hammer). Pada data latih digunakan 15 citra pada masing-masing bentuk objek sehingga jumlah total data latih adalah 45 citra. Sedangkan pada data uji digunakan 5 citra pada masing-masing bentuk objek sehingga jumlah total data uji adalah 15 citra (sumber dataset citra: http://www.dabi.temple.edu/~shape/MPEG7/dataset.html)

Beberapa citra pada data latih ditunjukkan pada gambar berikut ini:

-read more->

Pengenalan Pola Bentuk Menggunakan Moment Invariants Dan Jaringan Syaraf Tiruan LVQ


Moment Invariants merupakan salah satu metode ekstraksi ciri bentuk yang nilainya tidak berubah terhadap perlakuan rotasi, translasi, pencerminan, dan penskalaan. Pada metode ini dihasilkan tujuh nilai moment yang dapat menggambarkan suatu objek berdasarkan posisi, orientasi dan parameter-parameter lainnya.

Berikut ini merupakan contoh pemrograman MATLAB untuk melakukan pengenalan pola bentuk menggunakan moment invariants dan jaringan syaraf tiruan Learning Vector Quantization (LVQ).

Citra yang digunakan terdiri dari tiga jenis bentuk yaitu bentuk hewan burung (bird), kadal (lizard), dan gurita (octopus). Pada data latih digunakan 15 citra pada masing-masing hewan sehingga jumlah total data latih adalah 45 citra. Sedangkan pada data uji digunakan 5 citra pada masing-masing hewan sehingga jumlah total data uji adalah 15 citra (sumber dataset citra: http://www.dabi.temple.edu/~shape/MPEG7/dataset.html)

Beberapa citra pada data latih ditunjukkan pada gambar berikut ini:

-read more->

Pengenalan Wajah Menggunakan Algoritma PCA


Salah satu algoritma yang dapat diimplementasikan dalam sistem pengenalan wajah (face recognition) adalah Principal Component Analysis (PCA). Berikut ini merupakan contoh pemrograman MATLAB mengenai pengenalan wajah menggunakan algoritma PCA. Source code yang digunakan merupakan modifikasi dari source code yang sebelumnya dikembangkan oleh Kalyan Sourav Dash. Modifikasi dilakukan untuk menghitung akurasi pelatihan dan pengujian serta memvisualisasikan citra wajah hasil pengenalan.

Pada pemrograman pengenalan wajah ini digunakan citra latih yang terdiri dari 10 individu (5 pria dan 5 wanita), pada masing-masing individu terdiri dari 15 citra wajah sehingga jumlah total data latih adalah sebanyak 150 citra wajah. Sedangkan pada citra uji, masing-masing individu terdiri dari 5 citra wajah sehingga jumlah total data uji adalah sebanyak 50 citra wajah. Berikut ini merupakan tampilan beberapa citra latih yang digunakan: (sumber dataset citra wajah: https://cswww.essex.ac.uk/mv/allfaces/faces94.html)

-read more->

%d bloggers like this: