Jaringan Syaraf Tiruan untuk Prediksi menggunakan Matlab
Jaringan syaraf tiruan merupakan algoritma klasifikasi yang meniru prinsip kerja dari jaringan syaraf manusia. Algoritma ini memetakan data masukan pada layer masukan menuju target pada layer keluaran melalui neuron-neuron pada layer tersembunyi.
Data masukan dirambatkan maju, dihubungkan oleh bobot-bobot masukan yang sebelumnya telah diinisialisasi secara acak menuju neuron pada layer tersembunyi
Pada layer tersembunyi, data masukan yang telah dihubungkan dengan bobot tersebut kemudian diproses menggunakan fungsi aktivasi. Selanjutnya data hasil olahan dari layer tersembunyi dihubungkan oleh bobot-bobot tersembunyi menuju neuron pada layer keluaran.
Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan data target sehingga diperoleh tingkat kesalahan (error). Apabila tingkat kesalahan yang diperoleh lebih kecil daripada tingkat kesalahan yang sebelumnya telah ditetapkan (target error), maka proses perambatan akan berhenti. Namun apabila tingkat kesalahan masih lebih besar daripada tingkat kesalahan tetapan maka dilakukan proses perambatan balik dengan melakukan pembaharuan bobot.
Salah satu aplikasi dari algoritma jaringan syaraf tiruan adalah untuk kasus prediksi.
Berikut ini merupakan contoh aplikasi pemrograman matlab untuk memprediksi curah hujan menggunakan algoritma jaringan syaraf tiruan propagasi balik (backpropagation neural network).
Langkah-langkahnya yaitu:
1. Mempersiapkan data curah hujan time series untuk prediksi. Pada contoh ini digunakan data rata-rata curah hujan tiap bulan di kota Semarang pada tahun 2005 s.d 2007. Pada algoritma jaringan syaraf tiruan propagasi balik ini digunakan fungsi aktivasi sigmoid biner di mana fungsi ini bernilai antara 0 s.d 1. Namun fungsi sigmoid biner tersebut sejatinya tidak pernah mencapai angka 0 maupun 1. Oleh sebab itu, data curah hujan perlu dinormalisasi terlebih dahulu salah satu contohnya ke dalam range 0,1 s.d 0,9 menggunakan persamaan berikut ini:

di mana:
X’ = data hasil normalisasi
X = data asli/data awal
a = nilai maksimum data asli
b = nilai minimum data asli
Data curah hujan asli dan setelah dinormalisasi tampak pada gambar di bawah ini:
2. Pada contoh ini, penggunaan data masukan JST untuk prediksi adalah sebagai berikut:
Data latih menggunakan data curah hujan pada bulan ke-1 s.d bulan ke-24 (tahun 2005-2006) sedangkan data uji menggunakan data curah hujan pada bulan ke-13 s.d bulan ke-36 (tahun 2006-2007). Pola data masukan untuk proses pelatihan dan pengujian jaringan ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
3. Setelah data latih dan data uji disiapkan dalam format xlsx (excel), dilakukan pemrograman untuk melakukan pelatihan jaringan. Arsitektur jaringan syaraf tiruan yang digunakan pada contoh ini adalah 12-10-1 yang artinya terdiri dari 12 nilai masukan (data curah hujan 12 bulan), 10 neuron pada hidden layer, dan satu nilai keluaran yaitu data curah hujan pada bulan berikutnya. Source code pelatihan jaringan untuk prediksi adalah:
clc;clear;close all;warning off;
% Proses membaca data latih dari excel
filename = 'Book1.xlsx';
sheet = 2;
xlRange = 'D6:P17';
Data = xlsread(filename, sheet, xlRange);
data_latih = Data(:,1:12);
target_latih = Data(:,13);
[m,n] = size(data_latih);
% Pembuatan JST
net = newff(data_latih,10,{'logsig','purelin'},'traingdx');
% Memberikan nilai untuk mempengaruhi proses pelatihan
net.performFcn = 'mse';
net.trainParam.goal = 0.001;
net.trainParam.show = 20;
net.trainParam.epochs = 1000;
net.trainParam.mc = 0.95;
net.trainParam.lr = 0.1;
% Proses training
[net_keluaran,tr,Y,E] = train(net,data_latih,target_latih);
% Hasil setelah pelatihan
bobot_hidden = net_keluaran.IW{1,1};
bobot_keluaran = net_keluaran.LW{2,1};
bias_hidden = net_keluaran.b{1,1};
bias_keluaran = net_keluaran.b{2,1};
jumlah_iterasi = tr.num_epochs;
nilai_keluaran = Y;
nilai_error = E;
error_MSE = (1/n)*sum(nilai_error.^2);
save net.mat net_keluaran
% Hasil prediksi
hasil_latih = sim(net_keluaran,data_latih);
max_data = 2590;
min_data = 0;
hasil_latih = ((hasil_latih-0.1)*(max_data-min_data)/0.8)+min_data;
% Performansi hasil prediksi
filename = 'Book1.xlsx';
sheet = 1;
xlRange = 'E7:P7';
target_latih_asli = xlsread(filename, sheet, xlRange);
figure,
plotregression(target_latih_asli,hasil_latih,'Regression')
figure,
plotperform(tr)
figure,
plot(hasil_latih,'bo-')
hold on
plot(target_latih_asli,'ro-')
hold off
grid on
title(strcat(['Grafik Keluaran JST vs Target dengan nilai MSE = ',...
num2str(error_MSE)]))
xlabel('Pola ke-')
ylabel('Curah Hujan')
legend('Keluaran JST','Target','Location','Best')
4. Sehingga menghasilkan tampilan proses pelatihan jaringan seperti pada gambar berikut:
Pada pelatihan ini error goal (MSE) sebesar 0,00099941 dicapai pada epoch yang ke-461 seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
Sedangkan koefisien korelasi R yang dihasilkan adalah sebesar 0,98886 seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut:
Grafik perbandingan antara keluaran JST (prediksi curah hujan) dengan target (data curah hujan sebenarnya) adalah sebagai berikut:
Berdasarkan pada nilai koefisien korelasi dan nilai MSE (Mean Square Error) yang diperoleh pada proses pelatihan tersebut, dapat disimpulkan bahwa JST dapat memprediksi curah hujan dengan sangat baik.
5. Proses selanjutnya adalah pengujian jaringan. Source code untuk melakukan pengujian jaringan adalah sebagai berikut:
clc;clear;close all;
% load jaringan yang sudah dibuat pada proses pelatihan
load net.mat
% Proses membaca data uji dari excel
filename = 'Book1.xlsx';
sheet = 2;
xlRange = 'D24:P35';
Data = xlsread(filename, sheet, xlRange);
data_uji = Data(:,1:12);
target_uji = Data(:,13);
[m,n] = size(data_uji);
% Hasil prediksi
hasil_uji = sim(net_keluaran,data_uji);
nilai_error = hasil_uji-target_uji;
max_data = 2590;
min_data = 0;
hasil_uji = ((hasil_uji-0.1)*(max_data-min_data)/0.8)+min_data;
% Performansi hasil prediksi
error_MSE = (1/n)*sum(nilai_error.^2);
filename = 'Book1.xlsx';
sheet = 1;
xlRange = 'E8:P8';
target_uji_asli = xlsread(filename, sheet, xlRange);
figure,
plot(hasil_uji,'bo-')
hold on
plot(target_uji_asli,'ro-')
hold off
grid on
title(strcat(['Grafik Keluaran JST vs Target dengan nilai MSE = ',...
num2str(error_MSE)]))
xlabel('Pola ke-')
ylabel('Curah Hujan')
legend('Keluaran JST','Target','Location','Best')
6. Sehingga pada proses pengujian jaringan tersebut dihasilkan koefisien korelasi sebesar 0,57017
Sedangkan nilai MSE yang diperoleh adalah 0,062891
Nilai koefisien korelasi dan nilai MSE yang dihasilkan pada proses pengujian menunjukkan bahwa jaringan syaraf tiruan propagasi balik cukup baik untuk memprediksi curah hujan. Kedua nilai tersebut dapat ditingkatkan performansinya dengan cara memperbanyak data latih serta mengubah-ubah parameter yang mempengaruhi performansi jaringan seperti error goal, jumlah epoch, arsitektur jaringan, jenis fungsi aktivasi, dll.
File source code lengkap beserta data pada pemrograman di atas dapat diperoleh melalui halaman berikut ini: Source Code
Berikut ini merupakan materi mengenai jaringan syaraf tiruan dan aplikasinya untuk:
1. Prediksi jumlah penduduk
2. Klasifikasi pola bentuk suatu objek dalam citra digital
3. Definisi, konsep, dan aplikasi jaringan syaraf tiruan
4. Pengenalan pola logika AND
5. Identifikasi wajah manusia
Penjelasan detail mengenai prediksi menggunakan jaringan syaraf tiruan bisa dilihat pada video tutorial berikut ini:

Posted on July 8, 2016, in Data mining, Pengenalan Matlab and tagged aplikasi jaringan syaraf tiruan backpropagation matlab, aplikasi jst sederhana matlab, aplikasi matlab untuk prediksi, data mining utnuk prediksi matlab, jaringan syaraf tiruan back propagation, jaringan syaraf tiruan dan pemrogramannya menggunakan matlab, jaringan syaraf tiruan matlab, jaringan syaraf tiruan menggunakan matlab, jaringan syaraf tiruan propagasi balik menggunakan matlab, jaringan syaraf tiruan sederhana, jaringan syaraf tiruan untuk prediksi matlab, jaringan syaraf tiruan untuk prediksi menggunakan matlab, jst backpropagation matlab sederhana, jst matlab, jst propagasi balik matlab, jst untuk prediksi matlab, pemrograman matlab jaringan syaraf tiruan sederhana, prediksi curah hujan, prediksi curah hujan menggunakan matlab, prediksi menggunakan jaringan syaraf tiruan matlab. Bookmark the permalink. 228 Comments.






















































Mas Adi, dari koding JST di atas,yang menunjukkan bahwa proses di atas itu merupakan backpropagation dimana ya? taunya itu backprop dari mana ya mas?
Feed forward backpropagation neural network dalam matlab bisa dipanggil menggunakan fungsi newff
ok terima kasih mas atas pencerahnnya. Untuk fungsi lain dalam JST selain newff lihat pustakanya dimana ya mas?
Bisa dilihat di help matlab
terimakasih buat penjelasannya,,, kalo boleh tanya untuk normalisasi data di excel rumusnya pa ya?
sama sama mas kanjeng joe
sesuai dengan penjelasan di atas, rumus yg digunakan utk normalisasi adalah
x’ = (0.8*(x-min(x))/(max(x)-min(x)))+0.1
sama sama mas kanjeng joe
Source code dan data pada materi di atas dapat diperoleh pada halaman berikut ini
mas adi, mau tanya lagi nih. itu prediksi hujan yang dijelaskan cuma punya 1 variabel dan itu curah hujan juga. kalau saya pake 4 variabel seperti suhu, kecepatan angin, kelembapan udara nanti data inputnya dimasukkin ke excel modelnya kaya apa ya mas? masih buram banget nih mas. makasih
prinsip untuk sistem seperti itu bisa dilihat pada laman berikut
berarti olah data pengenalan sama prediksi sama ya mas? saya prediksi hujan tapi variabel yang saya pake ada lembaban, suhu sama kecepatan angin gitu mas. gimana ya?
artikel di atas adalah pengenalan pola data curah hujan time series untuk prediksi
sedangkan pengenalan pola data curah hujan berdasarkan variabel-variabel yg mempengaruhinya termasuk juga dalam kategori prediksi namun bukan time series
mas numpang tanya, terima kasih sebelumnya artikel nya sangat membantu.
itu kan yang dijelaskan untuk pelatihan dan pengujian jst. untuk mendapatkan hasil prediksinya sendiri bagaimana mas ya ? tolong dibantu, masih baru soalnya
misal bulan ini adalah bulan ke-n dan bulan depan adalah bulan ke n+1
maka untuk memprediksi bulan ke n+1 digunakan data bulan n-11 s.d n
data bulan ke-n+1 yg dihasilkan kemudian digunakan utk ikut memprediksi data bulan ke-n+2
utk memprediksi data bulan ke-n+2 digunakan data bulan n-10 s.d n+1
utk memprediksi data bulan ke-n+3 digunakan data bulan n-9 s.d n+2
utk memprediksi data bulan ke-n+4 digunakan data bulan n-8 s.d n+3
dst
menggunakan code pengujian itu mas ya ?
Iya mbak, dg penambahan koding
boleh informasi lebih tentang penambahan koding nya mas ?
mas kalau kode net.trainParam.mc = 0.95; itu menunjukkan apa ya?
nilai momentum mas
klo boleh tau, hasil prediksi nya yg mana?
hasil prediksi ada di bagian bawah artikel tsb
hasil prediksi untuk bulan berikut ?
misal bulan ini adalah bulan ke-n dan bulan depan adalah bulan ke n+1
maka untuk memprediksi bulan ke n+1 digunakan data bulan n-11 s.d n
data bulan ke-n+1 yg dihasilkan kemudian digunakan utk ikut memprediksi data bulan ke-n+2
utk memprediksi data bulan ke-n+2 digunakan data bulan n-10 s.d n+1
utk memprediksi data bulan ke-n+3 digunakan data bulan n-9 s.d n+2
utk memprediksi data bulan ke-n+4 digunakan data bulan n-8 s.d n+3
dst
Mas, boleh tolong share penambahan codingan untuk prediksi bulan selanjutnya?
Soalnya saya lagi belajar matlab untuk tugas akhir..
Terima kasih sblumnya.
mas adi, kalau mau menentukan akurasi dari hasil prediksi itu pakai rumus apa ya?
akurasi hasil prediksi di antaranya dapat dihitung menggunakan parameter MSE (mean square error), R (koefisien korelasi), SSE (sum square error), dan MAPE (mean absolute percentage error)
bro, itu coding untuk simulasi nya mana ya ?
cuma ada untuk pelatihan sama pengujiannya pas saya download
Konsep jst utk prediksi silakan utk dipelajari lagi
mas, kalau mau hitung mape di matlab rumusnya gimana ya? makasih sebelumnya
mean absolute percentage error
dapat ditulis
mape = (sum(abs(x-xi)))/n
mas mau tanya nih, untuk baris 8-10 nilai 1,12,13 itu maksudnya apa yaa ? terus untuk baris 27 Hasil setelah pelatihan angka 1,2 disetiap parameter backpropagationnya maksudnya apa ya mas ?? tolong pencerahanya..soalny saya coba dimatlab masi error..
Mas adi, untuk memprediksi telur yang baik dan tidak itu, metode apa yang cocok ?
Mohon pencerahan nya mas..
Masih buta tentang Matlab..
bisa menggunakan analisis warna dan tekstur
apakah analisis warna dan tekstur, cocok untuk mendeteksi daging segar dan daging sudah tidak segar ?
Maaf mas adi, bila banyak bertanya, masih awam sekali dan juga masih bingung data TA yang akan saya analisis, antara daging atau telur..
Mohon pencerahan ny mas..
Terima Kasih.
identifikasi kualitas daging bisa dilakukan dengan analisis tekstur dan warna. Sebaiknya daging yang digunakan difokuskan pada satu jenis daging saja
Mas adi, kalau analisis tekstur dan warna.
Berarti Referensi yang cocok untuk menganalisa tekstur dan warna tersebut digunakan
‘Pengolahan Citra Digital untuk Mendeteksi Warna dan Bentuk Obyek ‘
atau ada Pencerahan dari mas untuk menganalisis tekstur dan warna tersebut.
Mohon bantuaannya mas.
Terima kasih artikelnya mas. Kalo ada data missing di dalam pelatihan maupun pengujian, misalnya ada 10 sample untuk 10 tahun, ada tiga sample yang datanya dibawah 10 tahun. Apa prediksi masih bisa dilakukan? atau ada perlakuan khusus lain? makasih sebelumnya
Sama sama hani
Jika ada data yg nilainya nol, maka prediksi tetap bisa dilakukan
Tetapi jika ada data yg kosong maka tidak bisa dilakukan prediksi
Assalamualaykum mas
Sesuai jawaban mas di atas,
misal bulan ini adalah bulan ke-n dan bulan depan adalah bulan ke n+1
maka untuk memprediksi bulan ke n+1 digunakan data bulan n-11 s.d n
data bulan ke-n+1 yg dihasilkan kemudian digunakan utk ikut memprediksi data bulan ke-n+2
utk memprediksi data bulan ke-n+2 digunakan data bulan n-10 s.d n+1
utk memprediksi data bulan ke-n+3 digunakan data bulan n-9 s.d n+2
utk memprediksi data bulan ke-n+4 digunakan data bulan n-8 s.d n+3
dst
yang ingin saya tanyakan adalah, misal, kita ingin memprediksi bulan ke n+1, maka target apakah yang akan kita gunakan? sementara nilai bulan ke n+1 belum kita ketahui?
atau algoritma ini bisa tetap digunakan walaupun tidak memiliki target?
terima kasih sebelumnya mas
Waalaikumsalam Sauri
Pemahaman & pertanyaan yg bagus
Dalam sistem prediksi tersebut, terdiri dari 3 proses, yaitu pelatihan, pengujian, dan prediksi
Dalam proses pelatihan, dilakukan prediksi thd data yg dilatihkan, pada umumnya akurasinya tinggi
Dalam proses pengujian, dilakukan prediksi thd data yg tidak dilatihkan/data uji, meskipun data uji adalah data di luar data latih namun data uji adalah data yg diketahui targetnya sehingga dapat dilakukan validasi dan diperoleh nilai akurasi
Sedangkan pada proses prediksi, prediksi dilakukan thd data yg tidak diketahui targetnya (masa yg akan datang). Karena tidak memiliki target, maka dalam proses ini tidak bisa divalidasi dan tidak memiliki nilai akurasi. Tetapi proses prediksi dapat dilakukan dg mengacu pada nilai akurasi proses pelatihan & pengujian yg sebelumnya telah dilakukan. Jika kedua nilai akurasi pada masing2 proses tsb tinggi, maka hasil pada proses prediksi dapat dipercaya
Assalamualaikum, mas adi,
itu kan sepenangkap saya, hanya ada source code, langkah, dan hasil untuk proses pelatihan dan proses pengujian, lalu yang proses prediksinya ada dimana mas? mohon pencerahannya mas
mas adi, yang ini nggk ada GUI nya? Kalau ada mohon link nya mas.
Terima kasih
Mas Adi, kalau kita ingin mengganti fungsi trainingnya bgmn?
Klo ingin mengubah jumlah hiden neuron bgmn
Parameter tsb bisa divariasikan dg cara mengedit koding pada baris yg terdapat function newff
salam kenal mas adi
apakah BPNN ini bisa dioptimasi dgn GA?? apakah mas adi memiliki scipt-nya?klu berkenan bs d share: ian.msof@gmail.com
trimakasih
Salam kenal juga ian, bpnn bisa dioptimasi dg GA
mas adi, programnya sudah saya buat nih, ada 21 variabel, targetnya jg 21, saya buat seperti di pertanyaan saya sebelumnya, matrixnya berjumlah 21×20213, nahh outputnya sih benar matrixnya, ada 21×20213, tapi baris pertama sampai terkahir kok sama yah mas ? makasih sebelumnya mas
net = newff(minmax(data_latih),[10 1],{‘logsig’,’purelin’},’traingdx’);, bisa di jelaskan maksud dari 10 dan 1 mas adi ?
Selamat siang mas adi, boleh minta jurnal atau referensi tentang normalisasi yang digunakan diatas ?
terima kasih ^^
kalo boleh minta sumber jurnal atau buku referensi perhitungan normalisasi diatas mas, soalnya referensinya mau saya masukin didaftar pustaka saya
terimakasih ^^
referensi utk persamaan tersebut bisa diperoleh pada buku jaringan syaraf tiruan dan pemrogramannya menggunakan matlab yang ditulis oleh drs. jong jek siang
Permisi mas adi, mau tanya buat jst ini apakah ada referensi jurnal yang diacu ? klw ada apa aja ?
terimakasih
materi mengenai prediksi pada contoh di atas hanyalah studi kasus prediksi time series
mas ada sourcecode jst backpropagation untuk memprediksi prestasi siswa tidak?
materi mengenai aplikasi jaringan syaraf tiruan backpropagation untuk prediksi dapat dilihat pada halaman berikut ini
Mas adi, mau tanya, proses trainingnya bisa gini gak ?
data_latih = Data(1:end-1,1:19)’;
target_latih = Data(2:end,19)’;
Bisa dicoba terlebih dahulu
maaf mas saya masih pemula ingin bertanya
1.itu yang dimaksud dengan “10 neuron pada hidden layer” ko bisa 10?
dari mana ya ?
Pada fungsi newff di atas dituliskan [10 1] yang artinya terdapat 10 neuron pada hidden layer dan 1 neuron pada output layer
gan saya masih kurang ngerti tentang data latih sama data uji cara dapet nya gmana ?
acak kah ?
apakah ga ada aturan sama sekali,?
Data latih dan data uji jumlah penduduk diperoleh dari dinas kependudukan
oh ya gan satu lagi file nya ditaroh dimana ya?
Source code dan data pada materi di atas dapat diperoleh pada halaman berikut ini
Sebelumnya saya sangat berterimakasih atas website yang sangat membantu ini,Luar biasa gan saya doakan sukses gan..Amin
ane mau nanya gan kalo ane punya data dari taun 2011 – 2014, berarti data latih nya itu dari tahun 2011-2012 dan data uji dari tahun 2013-2014 …
apakah benar begitu gan ?
trimakasih sebelumnya
Terima kasih atas apresiasinya apriatna
Sukses juga utk apriatna
Utk pembagian data seperti yg apriatna sampaikan sudah betul
Pembagian tsb berarti 50%:50%
Bisa juga pembagiannya data latih dari tahun 2011-2013 sedangkan data uji nya tahun 2014 saja
Utk pembagian yg ini berarti pembagiannya 75%:25%
Utk pembagian data dalam jst itu bebas yang terpenting jumlah data latih harus lebih dari atau sama dengan jumlah data uji
Mas saya sudah coba data saya dan saya samakan dengan koding diatas namun dengan data curah hujan milik saya(curah hujan dari 2011-2014), namun hasilnya sangat jauh antara garis biru dan merah,
apakah coding dari baris 16-22 harus disesuaikan juga dengan data saya ?
trimakasih mas, maaf banyak bertanya
Iya apriatna, harus disesuaikan dg data apriatna
berarti mc,goal,dll harus diganti juga ?
hmmm…begitu ya, rumit juga ternyata
he..he
Iya apriatna betul
Mas Adi, bila pengujian berhenti di iterasi 1, dengan time 0:00:00, Performance 0,00, Gradient NaN, dan Validation Check 0.
Itu maksudnya gimana ya ?
Artinya bobot awal yg diinisialisasi sdh merupakan bobot terbaik
Salam Mas Adi…
saya mencoba apps tools neural net fitting yg ada di Matlab R2016a dgn menggunakan algoritma backpropragasi Lavendberg-Marquardt LM (trainlm).
Saya memiliki data inputs 27×85 dan data targets 1×85;
data berupa kolom matriks; data sudah dinormalisasi.
Saat muncul pop-up window utk select data inputs & targets, ada keanehan dimana Matab saya lgsg otomatis membaca data inputs jg sebagai data targets. Hal ini terlihat pada summary di sebelah kanan.
Saat sy browse data untuk inputs 27×85, size data targets jg lgsg mengikuti 27×85.
Saat sy browse data untuk targets 1×85, giantian size data inputs berubah menjadi 1×85 jg.
Dimana letak kesalahannya?
Mohon petunjuk Mas Adi.
Hal ini tentunya berimbas ke arsitektur jaringan ANN nya.
Saya ingin membuat input 85 variabel, 10 unit pada hidden layer, dan output 1 variabel.
Tetapi krn size data targets yg otomatis mengikuti size data inputs tsb (demikian jg sebaliknya), akhirnya arsitektur jaringan ANN saya berubah menjadi
input 85 variabel, 10 unit pada hidden layer, dan output 85 variabel, atau
input 1 variabel, 10 unit pada hidden layer, dan output 1 variabel.
dalam jst, jumlah neuron pada hidden layer dapat divariasikan, tidak harus disamakan dengan jumlah neuron pada input layer
ralat:
akhirnya arsitektur jaringan ANN saya berubah menjadi
input 27 variabel, 10 unit pada hidden layer, dan output 27 variabel,
atau kalau tidak,
input 1 variabel, 10 unit pada hidden layer, dan output 1 variabel.
saya lihat di example data set house_dataset bawaan Matlab, data inputs & data targets itu berbeda size pada matriksnya, lhaa kok dataset saya tidak bisa di-load yaa Mas?
jumlah baris pada matriks data latih tidak harus sama dengan jumlah baris pada matriks target latih
tetapi jumlah kolom pada matriks data latih harus sama dengan jumlah kolom pada matriks target latih
salam rafhasantii
dalam pemrograman jst di matlab
jumlah baris pada matriks masukan menyatakan banyaknya ciri
sedangkan jumlah kolom menyatakan banyaknya data
bisa dipelajari lebih lanjut agar tidak terjadi error
Salam mas Adi.. mau nanya mas saya punya skripsi yaitu memprediksi daya listrik tahun 2017-2026. Dan data awal yang saya punya data 2007-2016. Yang mau sy tanyakan bagaimana cara menentukan data latih sm data ujinya ya? maaf sy kurang paham.. Makasih sebelumnya..
Salam jusmawati
bisa bervariasi pembagian datanya
misalnya
untuk data latih bisa menggunakan data tahun 2007-2012
untuk data uji menggunakan data tahun 2013-2016
untuk data yg diprediksi adalah tahun 2017-2026
Selamat pagi mas, mohon maaf mau tanya mas. Apa mas mengerti mengenai jst menggunakan LVQ? kebetulan tugas akhir saya menggunakan metode lvq dengan matlab. fungsi lvq pada matlab yaitu :
net = newlvq (P,S1,PC,LR,LF)
nah, yang saya ingin tanyakan disini mengenai S1. pada keterangannya dijelaskan bahwa S1 ini merupakan number of hidden neuron. Apa yang dimaksud dengan hidden neuron disini ya mas? apakah neuron pada hidden layer atau seperti apa? karena yang saya tahu lvq sendiri tidak mempunyai hidden layer. Mohon pencerahannya mas, saya masih kurang paham. Terima kasih sebelumnya
Selamat pagi putri
Untuk pemrograman jst lvq, putri bisa menggunakan function lvqnet
Teknik pemrogramab lvqnet dapat dipelajari pada alamat berikut ini
https://www.mathworks.com/help/nnet/ref/lvqnet.html?searchHighlight=Lvqnet&s_tid=doc_srchtitle
Maaf mas mau tanya, rumus normalisasi itu .xmin max nya dalam pertahun atau semua tahun? Terimakasih
Utk nilai xmin dan xmax diambil dari seluruh data (semua tahun)
mas adi, saya latihan menggunakan contoh diatas. tapi pas memasukkan fungsi newff keluar :
Warning: NEWFF used in an obsolete way.
> In obs_use at 18
In newff>create_network at 127
In newff at 102
See help for NEWFF to update calls to the new argument list.
maksudnya apa ya?? terimakasih
warning merupakan peringatan, sedangkan error merupakan kesalahan
Wahhhh, thanks banget broo. InsyaAllah jadi amal jariyah, saya gunakan buat belajar nih sambil ngerjain program2 skripsi, dan beberapa ada disini katak memasukkan data dari excel.
Trimakasih Mas Adi Pamungkas ….
Sama sama pak bambang siswoyo
Mas adi. Bisa kirim source code nya nggak ke email saya please. Soalnya ini buat tugas kuliah saya mas.
Email: abelhartama@gmail.com
makasih yaa kaa.. ini sangat membantuku sekalii 🙂
Sama sama rachmanda
assalamualaikum, saya mau nanya jika data latih nya dalam bentuk excel bagaimana cara pemanggilannya? terima kasih sebelumnya
Waalaikumsalam sri ayu
Dalam materi di atas, data latih dan data uji dipanggil dari file excel
maaf salah tempat comment
assalamualaikum, saya mau tanya kalau data latih dan data uji itu bedanya apa ya ?
kalo misalkan saya ingin mengetahui tingkat kematangan buah menggunakan neural network backpropagation dengan cara mengambil citra live dari webcam itu bagaimana ya data uji nya ?
memungkin kan tidak ya ?
kalo untuk data latih nya saya ambil citra yang matang,setenah matang dan yang mentah masing masing 10 buah
Hal tersebut bisa dilakukan
Data latih dan data uji diakuisisi menggunakan webcam secara real time
Waalaikumsalam windu
Data latih digunakan untuk mengajarkan sistem agar dapat merumuskan nilai masukan menjadi nilai keluaran
Sedangkan data uji digunakan untuk menguji sistem yg sebelumnya telah diajari
maaf mas mau tanya lagi kalo data latih dan data uji di ambil live dari webcam berarti saya tidak usah menggunakan dataset tabel seperti di atas atau harus di masukan sebagai excel seperti di atas?
Tetap menggunakan dataset tabel seperti pada materi di atas