Pengolahan Citra Digital


Pengolahan citra digital adalah salah satu cabang informatika (ilmu komputer) yang berkutat pada usaha untuk melakukan transformasi suatu citra menjadi citra lain dengan menggunakan teknik tertentu. Pengolahan citra digital mempelajari tentang bagaimana suatu citra itu dibentuk, diolah, dan dianalisis sehingga menghasilkan informasi yang dapat dipahami oleh manusia. Berikut adalah beberapa jenis citra dalam pengolahan citra digital:

  • Citra grayscale: Citra grayscale adalah citra yang hanya memiliki satu saluran warna (grayscale) dan setiap pikselnya memiliki nilai intensitas yang merepresentasikan tingkat keabuan dari suatu warna.
  • Citra warna: Citra warna adalah citra yang memiliki tiga saluran warna (RGB) dan setiap pikselnya memiliki tiga nilai intensitas yang merepresentasikan tingkat kecerahan dari masing-masing saluran warna.
  • Citra biner: Citra biner adalah citra yang pikselnya hanya memiliki dua nilai intensitas warna yaitu 0 (hitam) dan 1 (putih). Citra grayscale dapat dikonversi menjadi citra biner melalui proses thresholding. Dalam proses thresholding, dibutuhkan suatu nilai threshold sebagai nilai pembatas konversi. Nilai intensitas piksel yang lebih besar atau sama dengan nilai threshold akan dikonversi menjadi 1.

Pengolahan citra digital dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan transformasi ataupun cakupan operasi yang dilakukan terhadap citra. Berdasarkan tujuan transformasi, operasi pengolahan citra digital dikelompokkan sebagai berikut:

Berdasarkan cakupan operasi yang dilakukan terhadap citra, pengolahan citra digital dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  • Transformasi spasial: Transformasi spasial adalah operasi pengolahan citra digital yang dilakukan pada setiap piksel citra secara terpisah.
  • Transformasi frekuensi: Transformasi frekuensi adalah operasi pengolahan citra digital yang dilakukan pada domain frekuensi dari citra.

Berikut adalah beberapa aplikasi populer yang digunakan untuk pengolahan citra digital:

  1. MATLAB: MATLAB adalah salah satu aplikasi yang paling populer untuk pengolahan citra digital. MATLAB memiliki perintah unik yang memungkinkan pengguna untuk mengolah citra dengan output yang lebih baik.
  2. Adobe Photoshop: Adobe Photoshop adalah software yang paling banyak digunakan untuk mengedit dan memanipulasi citra digital. Software ini sangat populer di Indonesia, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa yang mempelajari bidang desain grafis, fotografi, dan videografi.
  3. CorelDRAW: CorelDRAW digunakan oleh banyak orang di luar Indonesia, terutama di Amerika Serikat dan Kanada, sebagai software industri dan komersial untuk pengolahan citra. Di Indonesia, CorelDRAW telah menjadi standar profesional dalam pengolahan citra digital dan desain grafis.
  4. Corel Painter: Corel Painter adalah aplikasi pengolah citra digital yang fokus pada seni digital dan ilustrasi. Aplikasi ini menyediakan berbagai alat dan fitur untuk menciptakan efek lukisan dan mengubah citra menjadi karya seni.
  5. Pixlr: Pixlr adalah aplikasi pengolah citra digital yang merupakan alternatif gratis untuk Adobe Photoshop. Aplikasi ini memiliki antarmuka yang intuitif dan fitur-fitur yang cukup lengkap untuk mengedit dan memanipulasi citra.
  6. Microsoft Paint: Microsoft Paint adalah aplikasi pengolah citra digital yang sederhana dan mudah digunakan. Meskipun memiliki fitur yang terbatas, Microsoft Paint tetap menjadi pilihan populer untuk pengguna yang membutuhkan pengolahan citra yang sederhana.

Dalam pengolahan citra digital, pemilihan aplikasi tergantung pada kebutuhan dan tingkat keahlian pengguna. Aplikasi-aplikasi di atas merupakan beberapa contoh yang populer dan sering digunakan dalam pengolahan citra digital.

Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menggunakan MATLAB dalam pengolahan citra digital:

  1. Membaca citra: Langkah pertama dalam pengolahan citra digital adalah membaca citra yang akan diproses. Untuk membaca citra, gunakan perintah imread().
  2. Menampilkan citra: Setelah citra dibaca, langkah selanjutnya adalah menampilkan citra tersebut. Untuk menampilkan citra, gunakan perintah imshow().
  3. Konversi citra: Jika diperlukan, citra dapat dikonversi ke dalam format yang berbeda. Misalnya, citra grayscale dapat dikonversi menjadi citra biner melalui proses thresholding. Untuk melakukan konversi citra, gunakan perintah-perintah yang sesuai seperti rgb2gray() untuk mengubah citra RGB menjadi citra grayscale.
  4. Pengolahan citra: Setelah citra dibaca dan ditampilkan, langkah selanjutnya adalah melakukan pengolahan citra. MATLAB menyediakan berbagai fungsi dan algoritma untuk pengolahan citra seperti filter, segmentasi, dan ekstraksi fitur. Contoh pengolahan citra yang dapat dilakukan adalah deteksi tepi, penghalusan citra, dan segmentasi citra.
  5. Menyimpan citra: Setelah citra selesai diproses, citra dapat disimpan dalam format yang berbeda. Untuk menyimpan citra, gunakan perintah imwrite().

Dalam pengolahan citra digital, MATLAB menyediakan berbagai fungsi dan algoritma yang dapat digunakan untuk mengolah citra. Selain itu, MATLAB juga menyediakan GUI (Graphical User Interface) untuk memudahkan pengguna dalam melakukan pengolahan citra digital.

Tutorial lengkap penerapan pengolahan citra digital menggunakan MATLAB dapat dilihat pada video eksklusif berikut ini:

Posted on August 24, 2023, in Pengenalan Matlab, Pengolahan Citra and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a comment