Jaringan Syaraf Tiruan untuk Prediksi menggunakan Matlab
Jaringan syaraf tiruan merupakan algoritma klasifikasi yang meniru prinsip kerja dari jaringan syaraf manusia. Algoritma ini memetakan data masukan pada layer masukan menuju target pada layer keluaran melalui neuron-neuron pada layer tersembunyi.
Data masukan dirambatkan maju, dihubungkan oleh bobot-bobot masukan yang sebelumnya telah diinisialisasi secara acak menuju neuron pada layer tersembunyi
Pada layer tersembunyi, data masukan yang telah dihubungkan dengan bobot tersebut kemudian diproses menggunakan fungsi aktivasi. Selanjutnya data hasil olahan dari layer tersembunyi dihubungkan oleh bobot-bobot tersembunyi menuju neuron pada layer keluaran.
Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan data target sehingga diperoleh tingkat kesalahan (error). Apabila tingkat kesalahan yang diperoleh lebih kecil daripada tingkat kesalahan yang sebelumnya telah ditetapkan (target error), maka proses perambatan akan berhenti. Namun apabila tingkat kesalahan masih lebih besar daripada tingkat kesalahan tetapan maka dilakukan proses perambatan balik dengan melakukan pembaharuan bobot.
Salah satu aplikasi dari algoritma jaringan syaraf tiruan adalah untuk kasus prediksi.
Berikut ini merupakan contoh aplikasi pemrograman matlab untuk memprediksi curah hujan menggunakan algoritma jaringan syaraf tiruan propagasi balik (backpropagation neural network).
Langkah-langkahnya yaitu:
1. Mempersiapkan data curah hujan time series untuk prediksi. Pada contoh ini digunakan data rata-rata curah hujan tiap bulan di kota Semarang pada tahun 2005 s.d 2007. Pada algoritma jaringan syaraf tiruan propagasi balik ini digunakan fungsi aktivasi sigmoid biner di mana fungsi ini bernilai antara 0 s.d 1. Namun fungsi sigmoid biner tersebut sejatinya tidak pernah mencapai angka 0 maupun 1. Oleh sebab itu, data curah hujan perlu dinormalisasi terlebih dahulu salah satu contohnya ke dalam range 0,1 s.d 0,9 menggunakan persamaan berikut ini:

di mana:
X’ = data hasil normalisasi
X = data asli/data awal
a = nilai maksimum data asli
b = nilai minimum data asli
Data curah hujan asli dan setelah dinormalisasi tampak pada gambar di bawah ini:
2. Pada contoh ini, penggunaan data masukan JST untuk prediksi adalah sebagai berikut:
Data latih menggunakan data curah hujan pada bulan ke-1 s.d bulan ke-24 (tahun 2005-2006) sedangkan data uji menggunakan data curah hujan pada bulan ke-13 s.d bulan ke-36 (tahun 2006-2007). Pola data masukan untuk proses pelatihan dan pengujian jaringan ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
3. Setelah data latih dan data uji disiapkan dalam format xlsx (excel), dilakukan pemrograman untuk melakukan pelatihan jaringan. Arsitektur jaringan syaraf tiruan yang digunakan pada contoh ini adalah 12-10-1 yang artinya terdiri dari 12 nilai masukan (data curah hujan 12 bulan), 10 neuron pada hidden layer, dan satu nilai keluaran yaitu data curah hujan pada bulan berikutnya. Source code pelatihan jaringan untuk prediksi adalah:
clc;clear;close all;warning off;
% Proses membaca data latih dari excel
filename = 'Book1.xlsx';
sheet = 2;
xlRange = 'D6:P17';
Data = xlsread(filename, sheet, xlRange);
data_latih = Data(:,1:12);
target_latih = Data(:,13);
[m,n] = size(data_latih);
% Pembuatan JST
net = newff(data_latih,10,{'logsig','purelin'},'traingdx');
% Memberikan nilai untuk mempengaruhi proses pelatihan
net.performFcn = 'mse';
net.trainParam.goal = 0.001;
net.trainParam.show = 20;
net.trainParam.epochs = 1000;
net.trainParam.mc = 0.95;
net.trainParam.lr = 0.1;
% Proses training
[net_keluaran,tr,Y,E] = train(net,data_latih,target_latih);
% Hasil setelah pelatihan
bobot_hidden = net_keluaran.IW{1,1};
bobot_keluaran = net_keluaran.LW{2,1};
bias_hidden = net_keluaran.b{1,1};
bias_keluaran = net_keluaran.b{2,1};
jumlah_iterasi = tr.num_epochs;
nilai_keluaran = Y;
nilai_error = E;
error_MSE = (1/n)*sum(nilai_error.^2);
save net.mat net_keluaran
% Hasil prediksi
hasil_latih = sim(net_keluaran,data_latih);
max_data = 2590;
min_data = 0;
hasil_latih = ((hasil_latih-0.1)*(max_data-min_data)/0.8)+min_data;
% Performansi hasil prediksi
filename = 'Book1.xlsx';
sheet = 1;
xlRange = 'E7:P7';
target_latih_asli = xlsread(filename, sheet, xlRange);
figure,
plotregression(target_latih_asli,hasil_latih,'Regression')
figure,
plotperform(tr)
figure,
plot(hasil_latih,'bo-')
hold on
plot(target_latih_asli,'ro-')
hold off
grid on
title(strcat(['Grafik Keluaran JST vs Target dengan nilai MSE = ',...
num2str(error_MSE)]))
xlabel('Pola ke-')
ylabel('Curah Hujan')
legend('Keluaran JST','Target','Location','Best')
4. Sehingga menghasilkan tampilan proses pelatihan jaringan seperti pada gambar berikut:
Pada pelatihan ini error goal (MSE) sebesar 0,00099941 dicapai pada epoch yang ke-461 seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
Sedangkan koefisien korelasi R yang dihasilkan adalah sebesar 0,98886 seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut:
Grafik perbandingan antara keluaran JST (prediksi curah hujan) dengan target (data curah hujan sebenarnya) adalah sebagai berikut:
Berdasarkan pada nilai koefisien korelasi dan nilai MSE (Mean Square Error) yang diperoleh pada proses pelatihan tersebut, dapat disimpulkan bahwa JST dapat memprediksi curah hujan dengan sangat baik.
5. Proses selanjutnya adalah pengujian jaringan. Source code untuk melakukan pengujian jaringan adalah sebagai berikut:
clc;clear;close all;
% load jaringan yang sudah dibuat pada proses pelatihan
load net.mat
% Proses membaca data uji dari excel
filename = 'Book1.xlsx';
sheet = 2;
xlRange = 'D24:P35';
Data = xlsread(filename, sheet, xlRange);
data_uji = Data(:,1:12);
target_uji = Data(:,13);
[m,n] = size(data_uji);
% Hasil prediksi
hasil_uji = sim(net_keluaran,data_uji);
nilai_error = hasil_uji-target_uji;
max_data = 2590;
min_data = 0;
hasil_uji = ((hasil_uji-0.1)*(max_data-min_data)/0.8)+min_data;
% Performansi hasil prediksi
error_MSE = (1/n)*sum(nilai_error.^2);
filename = 'Book1.xlsx';
sheet = 1;
xlRange = 'E8:P8';
target_uji_asli = xlsread(filename, sheet, xlRange);
figure,
plot(hasil_uji,'bo-')
hold on
plot(target_uji_asli,'ro-')
hold off
grid on
title(strcat(['Grafik Keluaran JST vs Target dengan nilai MSE = ',...
num2str(error_MSE)]))
xlabel('Pola ke-')
ylabel('Curah Hujan')
legend('Keluaran JST','Target','Location','Best')
6. Sehingga pada proses pengujian jaringan tersebut dihasilkan koefisien korelasi sebesar 0,57017
Sedangkan nilai MSE yang diperoleh adalah 0,062891
Nilai koefisien korelasi dan nilai MSE yang dihasilkan pada proses pengujian menunjukkan bahwa jaringan syaraf tiruan propagasi balik cukup baik untuk memprediksi curah hujan. Kedua nilai tersebut dapat ditingkatkan performansinya dengan cara memperbanyak data latih serta mengubah-ubah parameter yang mempengaruhi performansi jaringan seperti error goal, jumlah epoch, arsitektur jaringan, jenis fungsi aktivasi, dll.
File source code lengkap beserta data pada pemrograman di atas dapat diperoleh melalui halaman berikut ini: Source Code
Berikut ini merupakan materi mengenai jaringan syaraf tiruan dan aplikasinya untuk:
1. Prediksi jumlah penduduk
2. Klasifikasi pola bentuk suatu objek dalam citra digital
3. Definisi, konsep, dan aplikasi jaringan syaraf tiruan
4. Pengenalan pola logika AND
5. Identifikasi wajah manusia
Penjelasan detail mengenai prediksi menggunakan jaringan syaraf tiruan bisa dilihat pada video tutorial berikut ini:

Posted on July 8, 2016, in Data mining, Pengenalan Matlab and tagged aplikasi jaringan syaraf tiruan backpropagation matlab, aplikasi jst sederhana matlab, aplikasi matlab untuk prediksi, data mining utnuk prediksi matlab, jaringan syaraf tiruan back propagation, jaringan syaraf tiruan dan pemrogramannya menggunakan matlab, jaringan syaraf tiruan matlab, jaringan syaraf tiruan menggunakan matlab, jaringan syaraf tiruan propagasi balik menggunakan matlab, jaringan syaraf tiruan sederhana, jaringan syaraf tiruan untuk prediksi matlab, jaringan syaraf tiruan untuk prediksi menggunakan matlab, jst backpropagation matlab sederhana, jst matlab, jst propagasi balik matlab, jst untuk prediksi matlab, pemrograman matlab jaringan syaraf tiruan sederhana, prediksi curah hujan, prediksi curah hujan menggunakan matlab, prediksi menggunakan jaringan syaraf tiruan matlab. Bookmark the permalink. 228 Comments.






















































pada gambar plot grafik ditampilkan nilai mse.yg sy tanya bgm script nya untuk menampilkan skaligus nilai eror mse, mae, mbe dlm satu title grafik?mksh
permisi gan, mau tanya penentuan data latih dan data uji klo datanya ada 5 tahun bagaimana yah ? thx
data latih bisa diambil 3 tahun
data uji bisa diambil 2 tahun
permisi mas mau tanya, bagian untuk prediksinya dimana ya saya masih bingung? misal setelah saya melakukan training data dari data diatas terus saya mau prediksi curah hujan pada tahun 2008/2009/2010 atau ketiganya gimana mas? mohon bantuannya
materi untuk melakukan prediksi di tahun berikutnya bisa dilihat pada halaman berikut ini
Pak mau nanya, saya membuat prediksi beban puncak menggunakan input berupa data historis beban puncak dan jumlah penduduk 7 tahun ke belakang. Pada saat training menggunakan data 5 tahun sudah berhasil pak, namun pada saat di testing menggunakan 2 tahun berikutnya itu sangat jauh dari target pak. Itu bagaimana ya pak ? mungkin bapak tau solusinya, terimakasih
banyak faktor yg mempengaruhi nilai akurasi pengujian di antaranya adalah jumlah data yang kurang, data yg tidak berpola, dll
permisi mau tanya, itu data target didapat dari mana ya ?
data target diperoleh dari data actual
mas Adi, saya mau tanya bagaimana caranya menuliskan source code pemanggilan bobot dan bias dari hasil pelatihan untuk dipakai pada source code pengujian data dengan menggunakan bobot dan bias hasil pelatihan
ketika pelatihan kita simpan variabel net yang berisi arsitektur jaringan syaraf tiruan yang dibangun pada saat pelatihan
variabel tersebut berisi bobot-bobot hasil pelatihan yang dapat kita load saat pengujian
mas mau tanya, itu data inputan harus 12 ya ? kalau saya ganti bagaimana ? kemudian untuk case data haran, kira” nanti bakal seperti apa ya ?? terimakasih
data input tidak harus berjumlah 12, bisa dengan jumlah yang lain
untuk enjelasan diata kan menggunakan 1 target, kalau untuk banyak target bagaimana ya kak ?
Bisa disesuaikan saja jumlah targetnya
Pak saya masih bingung bagaimana membuat polanya. Data latih dan uji di atas hanya 3tahun X 12 bulan, tpi setelah d normalisasi kok bisa jadi banyak itu gimana caranya ya pak?
mohon arahannya
Pada materi di atas sdh saya sampaikan cara membuat polanya
Bisa dipelajari lagi
mas saya mau tanya..
Kenapa harus 10 neuron hiden layer nya ?
Hasil akurasi dr pelatihan dan pengujian tersebut berapa ya ?
mohon jawabannya
makasih mas
Jumlah neuron bisa divariasikan
Tidak harus 10
Akurasi ditampilkan dalam nilai MSE
maaf mas mau tanya lagi
maksudnya alasan kenapa disini memakai 10 neuron hidden layer ? bisa tolong dijelaskan tidak mas
soalnya saya ada tugas seperti ini , ditanya sama dosen kenapa memakai 10 neuron hidden layer , saya bingung bagaimana cara menjawabnya
terimakasih mas
tidak harus 10 neuron bisa divariasikan
angka 10 hanya contoh saja
kalau untuk normalisasi tapi beberapa variabel batas atas & bawah harus sesuai masing2 variabel atau batas atas & bawahnya dari data keseluruhan pak?
Misal data a = 12345 ; data b=20,30,80,70,50 ; data c=100,200,300,400,500
batas atas & bawah untuk normalisasinya bagaimana pak?
Dari data keseluruhan desi
apa cara yang digunakan untuk mendapatkan data latih dan data uji?
data latih dan data uji diperoleh dari proses akuisisi data
Terimaksih atas informasinya mas Adi pamungkas. saya ingin bertanya, bagaimana penulisan code di kolom command untuk memanggil nilai bobot dan bias hasil dari pelatihan? dan jika menggunakan fitting tool nilai bobot dan biasnya itu dari mana ya? mohon dijawab.
Bisa menggunakan perintah net.IW atau net.LW
Mas, sy mau bertanya. Sy kn menggunakan program kodingan mas sbg referensi untuk belajar. Ketika sy jalanin programnya, Grafik Keluaran JST vs Target nya tidak muncul. Kira-kira permasalahannya apa dan solusinya bagaimana? Terima kasih.
Source code dan data pada materi di atas dapat diperoleh pada halaman berikut ini
S’lamat Siang Mas Adi , saya mau bertanya bagaimana cara memunculkan nilai prediksi curah hujan dari sebuah bulan tertentu ,
contoh nya pda bulan januari , prediksi curah hujannya brpa mm
Bisa dilakukan dengan masukan berupa data curah hujan di bulan2 sebelumnya
Sore Mas Adi , terima kasih untuk balasannya ,
Saya ingin bertanya lagi mas , untuk melakukan prediksi terhadap tahun 2018 , pake data pengujiannya harus tahun 2017 atau tahun” sebelumnya juga bisa ya ?
Sore Leon
data yg digunakan adalah urutan data di tahun sebelumnya
Terima kasih lagi Mas Adi ,
lalu untuk data pengujiannya memakai data pada tahun 2017 bukan ?
Selamat sore dan selamat berbuka
Betul leon
Selamat pagi mas adi sangat bagus informasinya namun saya bertanya rumus normalisasi tersebut bersumber darimana dan bagaimana cara melakukan denormalisasi? Terimakasih
Rumus tsb merupakan rumus interpolasi linear
Selamat pagi mas adi, terima kasih atas informasinya, saya ingin bertanya keika ada keluaran error using network/train inputs and targets have different number of sample kenapa ya mas? terima kasih
selamat pagi bahen wijayanto
jumlah data input dan target harus disesuaikan
Selamat siang pak, saya mau bertanya saya melakukan penelitian tentang prediksi jumlah kasus DBD dengan parameter Iklim, nah pada saat proses pelatihan nilai korelasi yg saya dapat 0.96 namun pada saat proses pengujian hasil korelasi yg saya dapat 0.99
Nah itu masalah nya kenapa ya sehingga data latihnya mendapat korelasi yang lebih kecil dari pengujian
Terimakasih
selamat siang
pada umumnya korelasi hasil pelatihan lebih tinggi dibandingkan dengan hasil pengujian
tetapi jika yg terjadi sebaliknya tidak apa2, tidak masalah
selamat malam mas adi,
pas mau jalanin program yg latihan kok muncul error (di baris : save)?
save net.mat net_keluaran
Error using save
Unable to write file net.mat: permission denied.
Mohon dibantu pencerahannya, terimakasaih.
Source code di atas dapat dijalankan pada matlab r2015b
selamat malam mas, saya mau tanya, untuk coding prediksi curah hujanya gimana ya ? kalau lihat codingan prediksi jumlah pemduduk, bagian mana yang harus diedit ?
trims
Salaam. Pak, saya mau tanya. Saya memiliki data dengan 3 input dan 1 target. Data ke-3 input tsb hanya berisi nilai 1,2, atau 3. Sdgkn 1 target tsb hanya berisi nilai 0 atau 1. Saya sudah mencoba dgn toolbox nntool, tapi output yang saya dapatkan sama semua yakni 0,5 dgn MSE 0,25. Apakah hasil tsb memungkinkan pak? Atau apakah kira2 saya melakukan kesalahan? Terima kasih pak.
bisa divariasikan terlebih dahulu parameter2 dari arsitektur jst sehingga diperoleh hasil yang lebih baik
Selamat pagi pak adi, saya mau tanya untuk cara menghitung normalisasi data yang data maksimum dan minimum nilainya yang mana ya?
Pada materi di atas, proses normalisasi dilakukan secara manual pada ms. Excel
pak pengertian dari inisialisasi bobot itu apa? kalau bobot sendiri itu apa?
materi mengenai jaringan syaraf tiruan lebih lanjut bisa dipelajari melalui buku
Jaringan Syaraf Tiruan Dan Pemrogramanannya Menggunakan MATLAB, penulis: Drs. Jong Jek Siang, M.Sc
Metode apa saja yang boleh dipakai dalam prediksi selain Backpropagation??
Metode lain utk prediksi bisa menggunakan anfis, jst rbf, dll
Siang kak, saya ingin bertanya. Pada tahap training(pelatihan) tanpa merubah nilai parameter epoch, momentum contant, dan learning rate yang sama bisa mengahasilkan mse yang berbeda ya?
Mohon penjelasannya. Terimakasih
Bisa dilakukan inisialisasi bobot awal sehingga nilai MSE tidak berubah2
Apakah hasilnya lebih baik jika dilakukan inisialisasi bobot awal?
Pada source code yang di posting diatas tidak ada bagian inisialisasi bobot awal?
Ada referensi/sumber yang bisa dijadikan tumpuan memberi nilai inisialisasi bobot awal tidak ka?
Maaf banyak bertanya karna saya sedang memperlajari ini. Mohon penjelasannya. Thanks\
Jika bobot awal diinisialisasi maka nilai mse hasil prediksi tidak akan berubah2
Apakah proses untuk prediksi curah hujan sudah selesai sampai tahap pengujian? Apa harusnya masih ada proses prediksi atau melihat dari hasil keluaran pengujian??
Soalnya saya baca-baca beberapa komentar terdahulu dan masih kurang mengerti. Thanks
Iya betul vendes
Terdiri dari tahapan pelatihan, pengujian, dan prediksi
1. Menurut kak adi lebih baik bila inisialisasi bobot awal atau tidak?
2. Apa yang dilakukan pada tahap prediksi? Mengambil nilai dari hasil_uji (pengujian) atau ada proses yang harus mengolah data lagi kak?
Thanks
Lebih baik bobot awal diinisialisasi
Utk prediksi, materinya bisa dilihat pada halaman berikut ini
Apakah algoritma backpropagation yang sifatnya survive bisa digunakan untuk proses prediksi (seperti yang kakak kasih link diatas) yang sifatnya unsurvived?
Thanks
Algoritma jaringan syaraf tiruan backpropagation merupakan algoritma yg bersifat supervised
Sedangkan algoritma yg bersifat unsupervised contohnya adalah k-means klustering
Apakah proses prediksi dapat dilakukan oleh semua sifat algoritma? (unsurvived dan survived)? atau hanya algoritma yang bersifat unsurvived saja yang bisa untuk tahap prediksi?
Thanks kak
dalam sistem prediksi time series, hanya algoritma supervised yg bisa diterapkan
pak Adi,bolehkah minta data curah hujan yg berformat excel untuk latihan, karena saya kesulitan jika hanya melihat gambar di atas,
terimaksih.
Source code dan data pada materi di atas dapat diperoleh pada halaman berikut ini
aslm selamat malam mas.perbedaan yg paling mencolok dari Radial basic function dengan backpropagation apa ya mas? bukankah semua meggunakan data series dan output berupa prediksi di tahun yang akan datang?
Terima Kasih atas jawaban yang diberikan.
Waalaikumsalam dikha
Algoritma yg berbeda tentunya menghasilkan tingkat akurasi yg berbeda pula
1 lagi mas dalam permalan, variabel pendukung sangat diperlukan atau tidak mas?Misal kita punya studi kasus untuk permalan stok obat data yg kita punya selama 3 tahun, nah tuk variabel input apakah hanya cukup dengan jumlah penjualan di 3 tahun sebelumnya atau ada veriabel pendukung lain yg diperlukan mas.
Terima kasih atas jawabann yang telah diberikan
Bisa dicoba untuk diimplementasikan dan dibandingkan peramalan menggunakan variabel pendukung dan tidak
Assalamualaikum, mas mau tanya sepitar waring pd matlab, apa pengganti fungsi dr newff pd matlab v 2014b. Karena kalau memakai fungsi newff ada pesan warning nya di newff
waalaikumsalam
tidak ada fungsi pengganti dari newff
warning tidak mempengaruhi jalannya program, dibiarkan saja tidak masalah
kalau data curah hujan nya memiliki banyak atribut dan salah satu atributnya itu bentuknya nominal, apa harus diubah ke numerik dulu. begitu juga jika targetnya bentuknya nominal, apakah harus dinumerikkan dahulu?. terimakaih mas
Betul harus diubah ke numerik terlebih dahulu
Pemisi mas, saya ingin bertanya. Berapakah nilai minimum regresi yang dianggap stabil/baik pada saat diuji?
tidak ada nilai minimum regresi yang dianggap stabil/baik pada saat diuji
secara teori, semakin koefisien regresi mendekati 1 maka akan semakin baik
saya masih kebingungan menentukan data target. untuk menentukan data target itu apakah ada rumusnya sendiri atau bagaimana. rencana sya akan aplikasikan jst ini untuk memprediksi kinerja lightning arrester
terimakasih
Untuk normalisasi data menggunakan fungsi aktivasi sigmoid bipolar bisa menggunakan batas bawah -1 dan batas atas +1
permisi mass. saya mau bertanya . kebetulan tugas akhr saya tentang backpropagation. akan tetapi data yg saya gunakan lain data time series. apakah mas ad cnth yg tdak menggunakn data time series. terimakash…
pada prinsipnya pengkodingan prediksi menggunakan data time series dan non time series sama saja, yang berbeda hanya jenis masukannya, jika pada data time series masukannya berupa rentetan waktu sedangkan prediksi non time series masukannya adalah variabel yang mempengaruhi nilai keluaran
mas mau tanya, bisa gak sih nampilin bobot awal yang ada di jaingan? atau cuma bisa bobot akhir setelah pelatihan?
kedua bobot tersebut bisa dilihat pada variabel net yang dibangun
Terimakasih banyak Pak Adi Pamungkas ini sangat membantu…
semoga menjadi berkah..
saya tertarik untuk membeli bukunya, pesan dimana ?
Baik sama sama
Source code lengkap bisa diperoleh melalui tokopedia sehingga bisa langsung dirunning dan dikembangkan
Permisi mas saya ingin bertanya, saya mencoba dengan data yang lain, dengan data latih yang lebih banyak(36) buah dan datanya fluktuatif. Saya set nilai epochnya 10000, iterasinya berhenti di angka 4000 an. Kenapa tidak bisa menampilkan grafik keluaran JST vs Target. Gambar tidak muncul. bagaimana soulusinya mas. Terima kasih.
Bisa dipelajari kembali pengkodingan jst pada matlab
mas, cara menampilkan plot regression pada axes di GUIDE matlab gimana ya mas?
Bisa membuat plot regression secara manual, bukan bawaan dari matlab
selamat sore pa adi, artikelnya sangat membantu.
izin bertanya ketika saya run program, regression tidak muncul. dan tidak memunculkan keluaran JST vs Target. bagaimana cara memunculkannya?
Selamat sore
Source code di atas tidak dapat dijalankan jika hanya di copy paste saja
Pada tahap keluaran jaringan, untuk grafik garis merah target menyatakan data tahun 2007, sedangkan yang garis biru itu (keluaran JST) , apakah itu merupakan prediksi di tahun 2008 atau bukan mas ?
Keduanya merupakan data curah hujan di tahun 2007
Bagaimana untuk memprediksi tahun selanjutnya {tahun 20008}, berdasarkan data curah hujan sebelumnya {2005 2006,2007 }
mohon maaf ingin bertanya pak, untuk meramalkan tahun berikutnya bagaimana caranya ya pak? soalnya saya sudah coba buat programnya, itu sampai pengujian program dengan data pengujiannya pak, untuk meralkannya saya kurang tahu.
makasih
Mohon maaf pak saya ingin bertanya setelah saya mencoba program bapak ketika menyimpan hasil training bisa di simpan namun ketika hasil trainingnya di load tidak bisa di gunakan untuk pengujiannya/error. Setelah di cek hasil trainingnya seperti neural network, dimensions, connections, dll. Tidak terbaca. Itu penyebabnya ap dan cara mengatasinya bagaimana ya pak? Terimakasih
Maaf pak saya mau bertanya source code tentang transformasi wavelet pada time series dan neural network untuk arima harga saham bagaimana ya pak? terima kasih
Bisa dipelajari transformasi wavelet pada time series dan neural network untuk arima harga saham