Akuisisi Citra


Akuisisi Citra merupakan proses menangkap (capture) atau memindai (scan) suatu citra analog sehingga diperoleh citra digital. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam proses akuisisi citra antara lain adalah: jenis alat akuisisi, resolusi kamera, teknik pencahayaan, perbesaran atau zooming, jarak, dan sudut pengambilan citra. Contoh alat akuisisi citra di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kamera Digital

Kamera digital merupakan alat akuisisi citra yang prinsip kerjanya membiaskan cahaya pantulan objek melalui lensa pada sensor CCD (Charge-Coupled Device) atau sensor BSI-CMOS (Back Side Illuminated) yang hasilnya kemudian direkam dalam format digital ke dalam media penyimpanan digital. Media penyimpanan pada kamera digital biasanya berjenis memori tipe compact flash (CF), secure digital (SD), multi media card (MMC), dan memory stick (MS).

Kemudahan dari kamera digital adalah citra diperoleh dengan cepat dan kemudahan memindahkan citra (transfer) dari perangkat yang satu ke perangkat yang lain. Beberapa kamera digital, terutama DSLR dan high-end cameras dilengkapi fasilitas RAW yang dapat diproses lebih lanjut di komputer menggunakan perangkat lunak tertentu untuk menghasilkan citra dengan kualitas yang baik, tetapi pada saat ini kamera digital juga telah dilengkapi fasilitas Auto Mode yang mampu menghasilkan citra dengan kualitas yang cukup baik dalam format JPEG.

2. Smartphone

Smartphone merupakan salah satu perangkat mobile yang dilengkapi dengan fitur kamera. Pada umumnya smartphone memiliki dua buah kamera yang terletak pada bagian depan dan belakang. Kedua kamera tersebut dapat digunakan untuk mengakuisisi citra dengan kualitas yang baik. Beberapa smartphone telah dilengkapi fitur-fitur yang mampu meningkatkan kualitas hasil akuisisi antara lain adalah fitur auto focus, optical zoom, touch focus, face detection, High Dynamic Range, dll.

3. USB Webcam

Usb Webcam merupakan salah satu perangkat kamera yang penggunaannya harus dihubungkan dengan komputer melalui kabel USB. Dalam pengoperasian akuisisi citra, biasanya dibutuhkan suatu perangkat lunak yang terinstal pada komputer.

4. Scanner

Scanner merupakan alat yang digunakan untuk mengakuisisi citra dalam bentuk dokumen atau foto. Dalam pengoperasiannya, scanner juga membutuhkan perangkat lunak khusus yang terinstal pada komputer.

5. Mikroskop Digital

Mikroskop digital digunakan untuk mengakuisisi citra untuk objek yang berukuran mikroskopis. Mikroskop digital terdiri dari mikroskop optik yang diintegrasikan dengan usb webcam. Usb webcam diletakkan pada lensa okuler mikroskop kemudian dihubungkan dengan komputer melalui kabel USB. Citra hasil akuisisi akan tampak dan tersimpan pada komputer.

6. Ultrasonografi (USG)

USG memanfaatkan pantulan gelombang ultrasonik dalam proses pembentukan citra. USG digunakan untuk mengakuisisi citra bayi dalam kandungan. Seiring dengan perkembangan teknologi, alat yang semula hanya menghasilkan pencitraan grayscale dan tak bergerak (USG 2D), kini berkembang menjadi dimensi citra yang utuh (USG 3D), bahkan bergerak (USG 4D).

7. Computed Tomography (CT Scan)

CT Scan merupakan modalitas radiodiagnostik yang prinsip kerjanya menggunakan sinar-X. Dibandingkan dengan foto rontgen, CT scan lebih detail karena mengakuisisi citra dari slice atau potongan organ yang diperiksa. Pemeriksaan CT Scan ini menggabungkan serangkaian slice citra yang diperoleh dari sinar-X, diambil dari berbagai macam sudut, kemudian mengggunakan sistem komputerisasi untuk menggabungkan potongan-potongan gambar tersebut dan menciptakan suatu kesatuan gambar organ tubuh yang akan diperiksa dengan arah tertentu, selapis demi selapis. CT Scan memberikan hasil pencitraan yang utuh dan jelas dibandingkan pemeriksaan dengan sinar-X biasa. CT Scan dapat digunakan untuk mengakuisisi citra dengan objek berupa organ tubuh manusia seperti tulang, pembuluh darah, kepala, dan juga jaringan lunak di dalam tubuh, seperti ginjal, hati, dan lain-lain.

8. Computed Radiography (CR)

Computed Radiografi adalah modalitas pencitraan menggunakan berkas sinar-X, di mana sensor-sensor sinar-X digital digunakan untuk menggantikan film fotografi konvensional. Dan proses pencitraan kimiawi digantikan dengan sistem komputer yang terhubung dengan monitor atau laser printer. Citra hasil akuisisi biasanya disimpan dalam format DICOM (Digital Imaging and Communications in Medicine).

9. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Magnetic resonance imaging (MRI) adalah alat pemindai yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan citra struktur dan organ dalam tubuh. MRI dapat memberikan informasi struktur tubuh yang tidak dapat ditemukan pada pemerikxaan lain, seperti X-ray, ultrasound, atau CT scan. Dalam praktek klinik, MRI digunakan untuk membedakan berbagai jaringan patologis (misalnya tumor, pembengkakan) dari jaringan tubuh yang normal.

10. Mammogram

Mammografi adalah proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar-X dosis rendah (umumnya berkisar 0,7 mSv). Mammografi digunakan untuk melihat beberapa tipe tumor dan kista. Citra hasil akuisisi disimpan dalam komputer untuk diolah maupun dianalisis oleh ahli radiologi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: